the other things about me….

25 06 2009

Sebuah hasil kuis yang lain untuk melihat kepribadian,http://www.quizbox.com/personality/test82.aspx, silahkan dicek. Inilah aku, Trimalah aku

Your view on yourself:
You are down-to-earth and people like you because you are so straightforward. You are an efficient problem solver because you will listen to both sides of an argument before making a decision that usually appeals to both parties.

The type of girlfriend/boyfriend you are looking for:
You are not looking merely for a girl/boyfriend – you are looking for your life partner. Perhaps you should be more open-minded about who you spend time with. The person you are looking for might hide their charm under their exterior.

Your readiness to commit to a relationship:
You prefer to get to know a person very well before deciding whether you will commit to the relationship.

The seriousness of your love:
Your have very sensible tactics when approaching the opposite sex. In many ways people find your straightforwardness attractive, so you will find yourself with plenty of dates.

Your views on education
Education is very important in life. You want to study hard and learn as much as you can.

The right job for you:
You’re a practical person and will choose a secure job with a steady income. Knowing what you like to do is important. Find a regular job doing just that and you’ll be set for life.

How do you view success:
You are afraid of failure and scared to have a go at the career you would like to have in case you don’t succeed. Don’t give up when you haven’t yet even started! Be courageous.

What are you most afraid of:
You are afraid of having no one to rely on in times of trouble. You don’t ever want to be unable to take care of yourself. Independence is important to you.

Who is your true self:
You are full of energy and confidence. You are unpredictable, with moods changing as quickly as an ocean. You might occasionally be calm and still, but never for long.





antara Mimpi dan Restu

6 06 2009

Entahlah, mendapat kerja mungkin menjadi impian bagi semua wisudawan. Kerja seolah-olah menjadi hasil nyata kuliah u/ menempuh gelar sarjana. Bagiku, kerja adalah aktivitas produktif baik bagi diri maupun orang lain. Sayangnya, kebanyakan orang menganggap kerja itu sebagai usaha untuk menumpuk kekayaan.

Saat semua calon wisudawan sibuk mencari kerja, aku sudah mendapat tawaran kerja. Menurut kebanyakan orang memang kerjaku tidak populer bahkan cenderung kerja sosial. Namun, aku yakin ini memberikan banyak manfaat pada banyak orang.

Aku tak peduli kata orang lain kalau kerjaanku tidak populer dan sepi profit. Namun, ada satu hal yang masih mengganjal. Yang sampai saat ini, masih membebani pikiran. Satu hal yang menurutku sakral, yaitu Restu dari Ibuku tercinta. Entahlah, semoga Allah memberiku jalan yang terbaik.





goes to Argopuro

8 04 2009

argopuro

besok pagi, 9 April 2009, saat seluruh rakyat Indonesia berpesta dalam gegap gempita demokrasi, aku memilih untuk lepas dari hingar bingar itu. Memilih menyendiri sejenak dari suara-suara itu. Menghirup udara yang lebih bersih dari biasanya. Mencoba untuk detoksifikasi racun-racun yang membelenggu otak kanan untuk bereksperimen menantang zaman, menantang waktu.

Kali ini, aku pilih Argopuro (3088 mdpl). Sebuah mimpi yang lama tertunda. Sebuah cinta pada pandang pertama. Ada sesuatu memanggil disana. Semoga aku menjadi lebih dewasa

dalam belaian Argopuro…

dalam damai Taman Hidup..

dalam lengang Cikasur..

dalam aura Rengganis..

dan Surabaya, aku akan kembali 4 hari lagi untuk kembali berkutat dengan diktat. Memperjuangkan 6 tahun masa sarjana, memperjuangkan segala keagungan ilmu…





membantu tapi merebut…

20 10 2008

Beberapa hari lalu saya tergelitik dengan tulisan Azrul Ananda di Jawapos tentang kiat-kiat pengembangan Olahraga di Australia. Berikut petikannya :

…Soal sumbang-menyumbang waktu dan tenaga itu membuat saya (benar-benar sebagai pribadi) jadi garuk-garuk kepala ingat negeri sendiri. Saya sering lihat mahasiswa kita (mereka menunjukkan itu dengan mengenakan jaket almamater, apalagi kalau dari kampus top) berdiri di pinggir jalan atau perempatan jalan sambil membawa kotak sumbangan.

Para mahasiswa tersebut lantas meminta-minta donasi kepada para pengendara jalan, untuk disumbangkan kepada mereka yang ”membutuhkan”. Begitu melihat mereka, saya langsung garuk-garuk kepala. ”Hebat ya, mahasiswa kita hanya bisa jadi pengemis. Padahal, mereka itu datang dari kampus ternama. Apa kampusnya tidak malu ya? Punya mahasiswa yang hanya punya ide untuk jadi pengemis ketika berniat mengumpulkan sumbangan?” begitu pikir saya.

Kalau tidak punya uang dan ingin membantu mereka yang membutuhkan, mengapa harus mengemis? Mengapa tidak menyumbangkan tenaga dalam arti yang sebenarnya? Misalnya, melakukan cuci mobil gratis di jalan-jalan yang kosong. Orang yang punya mobil lantas happy, dan menyumbangkan uangnya. Uang itu lantas diberikan kepada yang membutuhkan. Bagi saya, itu yang namanya ”menyumbangkan tenaga”. Kalau hanya berdiri di pinggir jalan membawa kotak sumbangan, bagi saya itu bukan ”menyumbangkan tenaga”….(Jawapos edisi 18 Oktober 2008)

Read the rest of this entry »





Akhirnya..

23 09 2008

Akhirnya tembus juga 1000 hits…he..he….

Chayo…chayoo…..!!!!!!!!!!!!!!!!!