Telaga Sarangan, Surga di Bawah Kaki G. Lawu

26 06 2009

Telaga Sarangan, terakhir kali aku kesana adalah enam tahun lalu saat mengikuti Study Tour ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) di SMA dulu. Enam tahun berlalu, seolah tak ada yang berubah selain akses jalan yang sudah semakin bagus. Bahkan untuk memudahkan traveler telah dibuat jalan tembus yang lebih landai dari Sarangan menuju Obyek Wisata Tawangmangu di Kabupaten Karanganyar.

Traveling ke Telaga Sarangan kali ini saya mengikuti rombongan Pramuka dari SMKN I dan SMK PGRI I Bojonegoro yang sedang mengadakan Outbound di Telaga Sarangan pada 20-22 Juni 2009 kemarin.

Telaga Sarangan yang juga dikenal sebagai Telaga Pasir ini terletak di kaki Gunung Lawu. Tepatnya di Kec.Plaosan, Kab. Magetan, kira-kira 16 km arah barat Kota Magetan. Telaga seluas 30 hektar dan kedalaman 28 meter ini menawarkan banyak hal bagi traveler. Ada banyak pilihan untuk menikmati keindahan Telaga Sarangan. Bagi yang tidak mau capek berjalan mengelilingi telaga, bisa memanfaatkan jasa sewa kuda yang banyak terdapat di sana. Ingin merasakan sensasi yang berbeda dalam menikmati keindahan telaga, traveler bisa menggunakan jasa sewa speed boat dengan tarif 40 ribu sekali putaran.

Read the rest of this entry »





Hiruk Pikuk Maba..

21 08 2008

Mulai hari ini, OMB (Orientasi Mahasiswa Baru) telah dimulai. Berdasarkan SK Rektor, OMB akan berakhir Minggu besok (24 Agustus 2008). Dengan dimulainya OMB, berarti telah dimulai kesibukan luar biasa seluruh Keluarga Mahasiswa ITS. Bahkan sejak beberapa hari lalu sudah banyak MaBa yang berkeliaran mempersiapkan keperluan OMB. Kalo panitia janan ditanya kapan mereka siap-siap. Panitia sih sudah siap-siap sejak beberapa bulan yang lalu. Telah menjadi rahasia umum jika OMB merupakan momen yang sangat ditunggu seluruh elemen ITS. Nggak cuma mahasiswa tapi juga borokrat kampus pun sibuk. Maklum kadang proses aktualisasi mahasiswa lama sering dianggap sebagai tindakan yang mengganggu nama baik kampus. Jadi perlu diawasi biar nggak kebablasan. Read the rest of this entry »





tentang “Lalu Selamet Suriawan Sahak”

30 07 2008
//masfebry.multiply.com/photos/album/40/Pelita_di_Atas_Setetes_Air

"Lembah Hijau" diunduh dari http://masfebry.multiply.com/photos/album/40/Pelita_di_Atas_Setetes_Air

Siang tadi jam 10.30, saat nonton Trans TV, aku sedikit kaget tayangan yang tampak seperti video romusha jaman Jepang. Aku pun penasaran dan melanjutkan menonton tayangan tersebut (acara tersebut bertajuk “Balada di balik sebuah nama”). Beberapa saat kemudian, muncul pemandangan sebuah danau buatan yang asri dan hijau. Aku jadi bingung.. Setelah menyimak penjelasan reporter, disampaikan bahwa tayangan yang mirip romusha tadi adalah masyarakat yang sedang bekerja bakti untuk membelah bukit demi membuat irigasi. Adalah seorang Lalu Selamet Suhak yang telah mengerahkan seluruh warganya untuk membelah bukit. Usaha yang diawali sejak tahun 1982 ini sukses luar biasa hingga akhirnya berhasil membangun sebuah obyek wisata rakyat dengan nama “Lembah Hijau”. Info lainnya bisa dilihat di http://masfebry.multiply.com/photos/album/40/Pelita_di_Atas_Setetes_Air

//masfebry.multiply.com/photos/album/40/Pelita_di_Atas_Setetes_Air

Lalu Selamet Suriawan Sahak diunduh dari http://masfebry.multiply.com/photos/album/40/Pelita_di_Atas_Setetes_Air

Yang menarik dari sosok Lalu Selamet adalah kebersahajaannya. Bagaimana tidak, dia bukanlah orang sembarangan. Dia adalah sarjana Arsitektur lulusan 19820-an dari UGM. Kalau dipikir, dengan gelar sarjananya dia bisa mendapatkan posisi yang mapan dalam perusahaan besar. Jangankan sarjana, lulusan SMA saat itu saja sudah laris manis. Namun, dengan visai lingkungan dan kepedulian yang dimilikinya, dia lebih memilih suatu pekerjaa yang “gila “, yaitu membelah bukit untuk membuat irigasi. Dan yang lebih mengharukan lagi saat awal pengerjaan, dia sempat dianggap gila oleh warga sekitar. Namun, dengan tekad yang kuat akhirnya semua bisa.

Satu hal yang membuat hati bergetar adalah pernyataan beliau di akhir acara :

“..saya tidak mengharap apa-apa..saya hanya ingin ibadah..saya hanya ingin ibadah..”

Subhanallah…..masih ada orang seperti itu di dunia ini. Bagaimana dengan anda wahai para mahasiswa..???!!?? Tetap jadi “pengemis elit” atau kembali menjadi “Agent of Change”…????????????





Coban Kembar

10 07 2008
Coban Kembar

Coban Kembar

Sekitar 3 km arah barat (menuju Pacet) dari pintu masuk Pemandian Air Panas Cangar terdapat sebuah air terjun yang sangat indah. Namanya Coban Kembar. Jika mata tidak awas, bisa dipastikan bahwa objek wisata ini akan terlewati oleh para pemakai jalan. Selain papan petunjuk yang seadanya dan kurang jelas, objek wisata ini terletak di sebelah jalan yang menurun cukup tajam. Sehingga para pengendara cenderung berkonsentrasi untuk mengendalikan kendaraan daripada mengawasi pemandangan di kiri dan kanan jalan. Sebelum sampai di pintu masuk Coban Kembar, kita akan disuguhi 2 jembatan baja yang membentang di atas 2 lembah sungai lengkap dengan pemandangan khas film2 barat he..he..Tapi sumpah keren banget pemandangan dari atas jembatan tersebut. Sungai di bawah kedua jembatan itu merupakan aliran sungai yang akhirnya jatuh menjadi Coban Kembar.

Terletak dalam lokasi Tahura (Taman Hutan Raya) R.Soerjo, coban ini memiliki panorama alam yang masih Read the rest of this entry »





Dilema “Blue Energy”

2 07 2008

Setelah dilaporkan melakukan penipuan oleh Rektor UMY, Selasa kemarin, Joko “Blue Energy” juga dilaporkan ke polisi oleh seorang pengusaha asal Kalimantan, Zoenarto (Jawapos, 01/07/08). Ya, memang sejak pertama kali berita tentang “blue energy” muncul, kehebohannya mulai terasa. Bahkan mengalahkan hebohnya kenaikan harga BBM.
Pertama kali aku mendengar tentang bahan bakar dari air adalah bulan Februari kemarin. Saat itu, aku jadi pemandu untuk kegiatan Outdoor Game Management sebagai salah satu rangkaian kegiatan dalam EJASS Camp 2008 (Acara Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Jatim untuk Pramuka Penegak/Pandega se-Jatim). Kebetulan salah satu pesertanya berasal dari Nganjuk. Read the rest of this entry »