Sebelum mudik, akan saya coba selesaikan dahulu Cirebon part 2, begini ceritanya :
Setelah seharian muter2 Cirebon, panas-panas blusukan Keraton Kanoman dan Kasepuhan akhirnya gerombolan kami menuju alun2 Masjid At-Taqwa. Menghabiskan sore di alun2 sini sangat menyenangkan. Banyak warga Cirebon yang “ngabuburit” di sini. Banyak pula hiburan yang disajikan, mulai kereta api mini sampai kolam pancing. Pilihan kuliner juga beragam, mulai Empal Gentong khas Cirebon sampai masakan Padang yang bersaing dengan sate ayam Madura. Bahkan keripik Mak Icih dari Bandung yang terkenal akan citarasa pedasnya juga ikut memeriahkan “ngabuburit” di alun2 At-Taqwa.
Alhamdulillah adzan Maghrib tiba, dan kami memilih Es Serut untuk sekedar membatalkan puasa hari itu. Kemudian kami bergerak menuju Masjid At-Taqwa untuk menunaikan Sholat Maghrib. Selesai menunaikan Sholat Maghrib, kami kembali ke jejeran tenda makanan. Dan kami sepakat menuju tenda yang menjual Empal Gentong dan Empal Asem. Kali ini, saya memilih Empal Asem, kuahnya yang segar dengan potongan daging empal terlihat begitu menggoda. Dan kemudian kami serempak mengucap :
Allahumma bariklana fii maa razaqtanaa waqinaa adza bannaar
Selesai makan, kami melanjutkan perjalanan menuju Makan Sunan Gunungjati. Setelah luntang-lantung selama hampir sejam menunggu angkot, akhirnya angkot yang dinanti muncul juga. Sungguh ekstase yg luar biasa saat kami berempat menaiki angkot menuju Makam Sunan Gunungjati. Imaji kami dipenuhi oleh keramaian Makam Walisongo kala Ramadhan seperti kala Ramadhan di Makam Sunan Ampel. Menikmati malam sambil i’tikaf di masjid kompleks makam Sunan Gunungjati.
Namun, seketika bayangan itu sirna. Oleh angkot kami diturunkan di mulut gang dan suasana gang ini seperti tak menggambarkan gang menuju makam seorang wali besar yang pernah hidup di Jawa. Gang selebar 2 mobil berjajar ini tak ubahnya gang2 perumahan pada umumnya dengan kondisi gelap. Kami masih belum yakin jika kami sudah di jalur yang benar sampai akhirnya kami tiba di mulut gang. Barulah kami ngeh kalau itu memang kompleks makam Sunan Gunungjati. Dan suasana di sini benar2 beda dengan suasana di Sunan Ampel. Jika di sekeliling makam Sunan Ampel banyak bertebaran penjual buku2 agama, minyak wangi, dan busana muslim maka di kompleks makam Sunan Gunungjati banyak bertebaran penjual keris, cincin, kalung sampai jenglot (..nahh..lhoo…koq malah jadi beraroma klenik gini..). Suasana kompleks yang sepi dan gelap membuat aroma klenik makin terasa.
Setibanya di kompleks Sunan Gunungjati, kami didatangi seorang pria paruh baya mendatangi kami dan bertanya “mau ziarah mas?”. Dan kami pun menjawab “iya, tapi koq sepertinya sudah tutup ya”. Kemudian kami memutuskan u/ beristirahat sambil ditemani bapak2 paruh baya yang terus bercerita. Salah satunya tentang beberapa “calon bupati” yang minta bantuannya untuk mendoakan agar menang pemilihan. Salah satu nama yang disebut adalah nama yang cukup santer disebut karena ada permasalahan saat pemilihan. Kemudian cerita dilanjutkan tentang Tim Sukses Pemilihan Gubernur di salah satu propinsi yang juga minta tolong ke beliau lalu kemudian beliau dengan entengnya bilang
“saya gak mau mas dibayar 200juta, masak pilgub cuma 200juta. Kalau pilbup sich gak papa. Lagian ini yang datang juga Tim sukses-nya bukan calonnya langsung. Lha terus nanti yang tandatangan kontrak siapa.?? kalau mau nge-klaim juga ke siapa..??”
Edan bukan..??? dan beliau ini berani menjamin kalau doanya pasti terkabul. Walhasil, kami langsung ilfill dan memutuskan balik kucing mengurungkan niat untuk menginap di kompleks makam Sunan Gunungjati. Segala sumpah serapah kami ucapkan dalam perjalanan meninggalkan kompleks makam Sunan Gunungjati. Baru kali ini ada orang yang berani2nya mengkomersiilkan sebuah doa.
Akhirnya, kami memutuskan menghabiskan malam itu di balai kota sambil menikmati nasi jamblang, salah satu makanan khas dari Cirebon. Malam itu kami menginap di serambi Masjid At-Taqwa. Mengisi energi untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya.





jualan yg pasti untung tu lih, jualan doa
-alfatihan 10rb kalo agak panjang pake yasin 20rb-