Cirebon : an Escape from Jakarta part 1

Masjid At Taqwa, CirebonAkhir pekan kemarin (6-7 Agt 2011), saya bersama 3 perjaka tanggung memulai kegilaan dengan melakukan aksi ngemper alias nggelandang atau istilah kerennya backpacking ke Cirebon, kota yang juga dikenal sebagai Kota Udang dan juga Kota Wali. Kami berempat sama sekali tidak punya ide destinasi mana yang akan kami tuju, apa yang akan kita kerjain, dll. Satu-satunya hal yang kami sepakat adalah kami akan tidur ngemper di masjid..hahaha
Acara nggelandang dimulai pukul 6 pagi dari Gambir menggunakan kereta Cirebon Express. Sayangnya perjalanana sedikit terganggu saat saya dengan entengnya bangun kesiangan..hehe..walhasil rombongan sudah berangkat lebih dulu dan saya terpaksa ikut kereta jadwal selanjutnya jam 9.

Perjalanan di kereta pun sempat mengalami ketegangan saat tiba terdengar suara keras dari jendela di kursi belakang saya. Ternyata anak2 kecil di sepanjang rel ada yang iseng melempar batu ke arah kereta sehingga menyebabkan kaca jendela retak. Dan beberapa serpihan kaca sempat mengenai penumpang. Untungnya tidak ada yg luka serius. Selanjutnya, perjalanan terasa lancar dan diisi dengan kegiatan-kegiatan default seperti TIDUR…halaahh..

Akhirnya saya tiba dengan selamat di Cirebon menjelang Dzuhur dan gerombolan ngemper sudah menunggu di masjid At Taqwa 500m dari stasiun Cirebon. Akhirnya, siang2 sendirian menyusuri jalanan Cirebon menuju Masjid At Taqwa. Sesampainya di masjid yg saya kira At Taqwa, saya mulai ragu karena tertera tulisan Islamic Center..nahh lhoo…dan ternyata itu nama lainnya masjid At Taqwa..hehehe dan seluruh anggota crew ngemper sudah berkumpul, terdiri dari Ko Hans, Rangga, Wawan dan tentunya saya…hehe

Selepas Dzuhur, kami berempat langsung beraksi dan menjelajah sudut2 jalan kota ini. Tujuan pertama adalah keraton dan tak ada satupun diantara kami yang tahu arah menuju keraton..haha.. Maka kami pun tak sungkan2 menggunakan Kompas Mulut hehe. Alhamdulillah ada Pak Polisi baik hati yang bisa kami tanyain. Namun, kami justru malah dibuat bingung dengan pertanyaan “Keraton mana yang dimaksud? Kasepuhan atau Kanoman? Karena ada 4 Keraton di sini.” What the heck..???

“Ya udah pak, yang paling deket aja dari sini yang layak ditempuh dengan jalan kaki”, jawab kami dengan percaya diri. Dan setelah muter2, nanya2 gak karuan akhirnya sampailah kami di Keraton Kanoman. Sungguh di luar dugaan, kami serasa menemukan kota yang hilang saat tiba di Keraton Kanoman. Letaknya yang berada tersembunyi di belakang pasar Kanoman dan suasana yang sepi serasa berada di salah satu adegan film vampir jaman dulu hehe.. Tak banyak yang kami lakukan di Keraton Kanoman karena museum sedang tutup dan kondisi keraton yang serasa rumah hantu akhirnya membawa kami untuk hanya tidur2an di bawah pohon besar di tengah halaman.

Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan menuju Keraton Kasepuhan. Tadinya kami membayangkan bahwa tempatnya jauh, ternyata tak sampai sejam kami sudah sampai di lokasi. Kami tiba di Kasepuhan menjelang Ashar, sehingga kami memutusan singgah sejenak di Masjid Kasepuhan untuk melanjutkan tidur (halahh..gak penting) sambil menunggu Ashar.

Masjid Kasepuhan ini memiliki arsitektur Jawa dengan tiang dari kayu jati. Terlihat jelas bahwa kayu jati mendominasi arsitektur dan interior masjid. Uniknya, masjid ini ada ruangan khusus di tengah2 dengan lubang pintu masuk setinggi 1,2m dan lebar 40cm. Konon, ruangan ini khusus untuk berdoa karena sholat berjamaah dilakukan di luar ruangan khusus.

Selepas Ashar kami langsung menuju keraton Kasepuhan yang hanya sepelemparan batu dari Masjid Kasepuhan. Semangat kami menggebu-gebu tatkala mengetahui ada even Kemah Pramuka Budaya di kompleks keraton saat itu. Namun, semangat kami langsung sirna saat petugas menyampaikan bahwa Keraton sudah tutup. Akhirnya, kami hanya pas foto2 narsis di depan kompleks yang kebetulan ada bangsal dengan arsitektur khas Keraton Cirebon.

Selesai dari Keraton Kasepuhan, kami kembali menuju Masjid At Taqwa sambil menunggu waktu berbuka dan numpang mandi. Untuk kali ini, kami memutuskan untuk naik angkot daripada puasanya keok..hehe

(..to be continued..)

Advertisement
This entry was posted in myExplotion and tagged , by myscoutchemistry. Bookmark the permalink.

About myscoutchemistry

I am truly melankolic and phlegmatis.. I like scouting very much, so does chemistry, especially kitchen chemistry and geopolymer.. kata orang2 aku terlihat matang di usia yg masih 26 tahun ini.. padahal tu smua lebih karena hormon penumbuh rambutku yg kayaknya dah berhenti berproduksi.. jadilah aku seorang botak layaknya sang profesor (..well, I hope I will be..)

2 thoughts on “Cirebon : an Escape from Jakarta part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s