besok pagi, 9 April 2009, saat seluruh rakyat Indonesia berpesta dalam gegap gempita demokrasi, aku memilih untuk lepas dari hingar bingar itu. Memilih menyendiri sejenak dari suara-suara itu. Menghirup udara yang lebih bersih dari biasanya. Mencoba untuk detoksifikasi racun-racun yang membelenggu otak kanan untuk bereksperimen menantang zaman, menantang waktu.
Kali ini, aku pilih Argopuro (3088 mdpl). Sebuah mimpi yang lama tertunda. Sebuah cinta pada pandang pertama. Ada sesuatu memanggil disana. Semoga aku menjadi lebih dewasa
dalam belaian Argopuro…
dalam damai Taman Hidup..
dalam lengang Cikasur..
dalam aura Rengganis..
dan Surabaya, aku akan kembali 4 hari lagi untuk kembali berkutat dengan diktat. Memperjuangkan 6 tahun masa sarjana, memperjuangkan segala keagungan ilmu…





Recent Comments