Sekitar 3 km arah barat (menuju Pacet) dari pintu masuk Pemandian Air Panas Cangar terdapat sebuah air terjun yang sangat indah. Namanya Coban Kembar. Jika mata tidak awas, bisa dipastikan bahwa objek wisata ini akan terlewati oleh para pemakai jalan. Selain papan petunjuk yang seadanya dan kurang jelas, objek wisata ini terletak di sebelah jalan yang menurun cukup tajam. Sehingga para pengendara cenderung berkonsentrasi untuk mengendalikan kendaraan daripada mengawasi pemandangan di kiri dan kanan jalan. Sebelum sampai di pintu masuk Coban Kembar, kita akan disuguhi 2 jembatan baja yang membentang di atas 2 lembah sungai lengkap dengan pemandangan khas film2 barat he..he..Tapi sumpah keren banget pemandangan dari atas jembatan tersebut. Sungai di bawah kedua jembatan itu merupakan aliran sungai yang akhirnya jatuh menjadi Coban Kembar.
Terletak dalam lokasi Tahura (Taman Hutan Raya) R.Soerjo, coban ini memiliki panorama alam yang masih alami. Cukup dengan 5 ribu rupiah (tiket+parkir motor), dengan tempat parkir seadanya (hanya cukup u/ 20 motor, sedangkan mobil harus memutar otak untuk memarkirnya), objek wisata ini menawarkan kesan yang sangat sederhana dan damai. Saking damainya, di tempat parkir pun masih tampak berkeliaran burung Jalak batu dan bajing.
Untuk mencapai coban, pengunjung harus menuruni lereng yang cukup terjal dengan kemiringan 45 derajat. Walaupun demikian, oleh petugas telah dibuatkan tangga batu untuk mencapai coban. Tidak hanya itu, di tengah perjalanan menuruni tangga juga disediakan bangku dari kayu untuk pengunjung yang lelah ketika menaiki tangga dan ingin menikmati pemandangan coban dari tempat yang lebih tinggi. Dari ketinggian, kedua coban tampak seperti tempat singgah para bidadari khayangan yang turun ke bumi untuk sekedar mandi. Kelelahan setelah menuruni jalan tangga yang kira2 sepanjang 1 km, terbayar sudah saat tiba di bawah coban. Di bawah merupakan pertemuan dua aliran sungai yang jatuh dari coban, tak heran objek wisata ini dinamai Coban Kembar.
Salah satu coban memiliki kharakteristik air terjun yang langsung jatuh ke bawah, seperti Coban Rondo, dengan ketinggian kira2 15 meter. Sedangkan Coban yang satunya memiliki ciri2 air terjun berundak dengan kemiringan 75 derajat. Kedua coban bertemu di satu telaga kecil dan cukup dangkal.
Menurut Penjaga Coban Kembar, sebenarnya masih ada objek yang menarik lagi terletak di bawah aliran Coban Kembar. Di bawah masih terdapat satu coban lagi yang bernama Coban Teyeng (bahasa Jawa berarti berkarat). Coban ini katanya berundak-undak dan lebih hebohnya lagi, airnya berwarna kuning seperti air berkarat. Sayangnya, jalur kesana masih belum bisa ditempuh lewat jalur darat. Jalur kesana hanya bisa dengan menyisir sungai. Wahh..Sepertinya seru juga kalau bisa kesana. Ada yang berminat..????







hahahhaa mas galiiiih apa kabar?
mas ketoke coban kembare apik, kapan-kapan tak kesana…
tapi kok di foto mas galih kelihatan tambah lemu? apakah sudah menemukan asupan gizi bagi jiwa-jiwa jomblo yang resah? hehehehe
to : ayospe
alhamdulillah aq baik2 aja..coba maen ke coban kembar..asik banget tuch..
apalagi view sepanjang perjalanan..weeehh…
soal tambah lemu…ehhmmm..kayaknya mang bakat dech..ha..ha..