Siang tadi jam 10.30, saat nonton Trans TV, aku sedikit kaget tayangan yang tampak seperti video romusha jaman Jepang. Aku pun penasaran dan melanjutkan menonton tayangan tersebut (acara tersebut bertajuk “Balada di balik sebuah nama”). Beberapa saat kemudian, muncul pemandangan sebuah danau buatan yang asri dan hijau. Aku jadi bingung.. Setelah menyimak penjelasan reporter, disampaikan bahwa tayangan yang mirip romusha tadi adalah masyarakat yang sedang bekerja bakti untuk membelah bukit demi membuat irigasi. Adalah seorang Lalu Selamet Suhak yang telah mengerahkan seluruh warganya untuk membelah bukit. Usaha yang diawali sejak tahun 1982 ini sukses luar biasa hingga akhirnya berhasil membangun sebuah obyek wisata rakyat dengan nama “Lembah Hijau”. Info lainnya bisa dilihat di http://masfebry.multiply.com/photos/album/40/Pelita_di_Atas_Setetes_Air

Lalu Selamet Suriawan Sahak diunduh dari http://masfebry.multiply.com/photos/album/40/Pelita_di_Atas_Setetes_Air
Yang menarik dari sosok Lalu Selamet adalah kebersahajaannya. Bagaimana tidak, dia bukanlah orang sembarangan. Dia adalah sarjana Arsitektur lulusan 19820-an dari UGM. Kalau dipikir, dengan gelar sarjananya dia bisa mendapatkan posisi yang mapan dalam perusahaan besar. Jangankan sarjana, lulusan SMA saat itu saja sudah laris manis. Namun, dengan visai lingkungan dan kepedulian yang dimilikinya, dia lebih memilih suatu pekerjaa yang “gila “, yaitu membelah bukit untuk membuat irigasi. Dan yang lebih mengharukan lagi saat awal pengerjaan, dia sempat dianggap gila oleh warga sekitar. Namun, dengan tekad yang kuat akhirnya semua bisa.
Satu hal yang membuat hati bergetar adalah pernyataan beliau di akhir acara :
“..saya tidak mengharap apa-apa..saya hanya ingin ibadah..saya hanya ingin ibadah..”
Subhanallah…..masih ada orang seperti itu di dunia ini. Bagaimana dengan anda wahai para mahasiswa..???!!?? Tetap jadi “pengemis elit” atau kembali menjadi “Agent of Change”…????????????










Recent Comments