tentang “Lalu Selamet Suriawan Sahak”

30 07 2008
//masfebry.multiply.com/photos/album/40/Pelita_di_Atas_Setetes_Air

"Lembah Hijau" diunduh dari http://masfebry.multiply.com/photos/album/40/Pelita_di_Atas_Setetes_Air

Siang tadi jam 10.30, saat nonton Trans TV, aku sedikit kaget tayangan yang tampak seperti video romusha jaman Jepang. Aku pun penasaran dan melanjutkan menonton tayangan tersebut (acara tersebut bertajuk “Balada di balik sebuah nama”). Beberapa saat kemudian, muncul pemandangan sebuah danau buatan yang asri dan hijau. Aku jadi bingung.. Setelah menyimak penjelasan reporter, disampaikan bahwa tayangan yang mirip romusha tadi adalah masyarakat yang sedang bekerja bakti untuk membelah bukit demi membuat irigasi. Adalah seorang Lalu Selamet Suhak yang telah mengerahkan seluruh warganya untuk membelah bukit. Usaha yang diawali sejak tahun 1982 ini sukses luar biasa hingga akhirnya berhasil membangun sebuah obyek wisata rakyat dengan nama “Lembah Hijau”. Info lainnya bisa dilihat di http://masfebry.multiply.com/photos/album/40/Pelita_di_Atas_Setetes_Air

//masfebry.multiply.com/photos/album/40/Pelita_di_Atas_Setetes_Air

Lalu Selamet Suriawan Sahak diunduh dari http://masfebry.multiply.com/photos/album/40/Pelita_di_Atas_Setetes_Air

Yang menarik dari sosok Lalu Selamet adalah kebersahajaannya. Bagaimana tidak, dia bukanlah orang sembarangan. Dia adalah sarjana Arsitektur lulusan 19820-an dari UGM. Kalau dipikir, dengan gelar sarjananya dia bisa mendapatkan posisi yang mapan dalam perusahaan besar. Jangankan sarjana, lulusan SMA saat itu saja sudah laris manis. Namun, dengan visai lingkungan dan kepedulian yang dimilikinya, dia lebih memilih suatu pekerjaa yang “gila “, yaitu membelah bukit untuk membuat irigasi. Dan yang lebih mengharukan lagi saat awal pengerjaan, dia sempat dianggap gila oleh warga sekitar. Namun, dengan tekad yang kuat akhirnya semua bisa.

Satu hal yang membuat hati bergetar adalah pernyataan beliau di akhir acara :

“..saya tidak mengharap apa-apa..saya hanya ingin ibadah..saya hanya ingin ibadah..”

Subhanallah…..masih ada orang seperti itu di dunia ini. Bagaimana dengan anda wahai para mahasiswa..???!!?? Tetap jadi “pengemis elit” atau kembali menjadi “Agent of Change”…????????????





Pramuka vs Risiko

25 07 2008

No Pain No Gain..

Istilah tersebut seringkali didengungkan oleh banyak orang. Untuk mendapatkan hasil maksimal, kita harus berani ambil risiko seberapapun beratnya. Bagi sebagian orang memang hal tersebut berlaku. Namun, apakah kita tidak ingin jika dengan risiko sekecil mungkin dengan hasil yang maksimal sebagaiman Prinsip Ekonomi dimana dengan pengeluaran sekecil-kecilnya mendapatkan hasil sebesar-besarnya.

Gerakan Pramuka adalah gerakan pendidikan nonformal di alam terbuka bersifat menarik dan menantang sesuai dengan perkembangan fisik dan psikis peserta didik. Layaknya kegiatan alam terbuka lainnya, Pramuka pun juga tak lepas dengan risiko. Dan risiko tersebut mulai dari yang skala ringan hingga yang bisa mengakibatkan kematian.

learning by doing

learning by doing

Nah, tentunya masih segar dalam ingatan kita sebuah berita duka yang menyelimuti keluarga besar Gerakan Pramuka di Indonesia beberapa hari setelah Raimuna Nasional 2008 ditutup. Ya..kak Pungkas Tri Baruno, salah satu anggota Tunas Indonesia meninggal dalam ekspedisinya ke G.McKinley, Alaska. Raimuna Nasional 2003 di Yogyakarta pun juga menelan korban jiwa saat sedang dilangsungkannya subkegiatan di Goa Cerme. Dalam tulisan ini, bukan maksud saya untuk menympulkan bahwa Raimuna Nasional selalu menelan korban jiwa. Juga saya tidak bermaksud mengungkit persiapan Tim Tunas Indonesia yang kurang matang dan menimbulkan korban jiwa (..bagiku, Merah Putih dan Tunas Kelapa telah berkibar di puncak McKinley sudah merupakan prestasi luar biasa walau harus ditebus dengan nyawa..). Saya hanya ingin memberikan opini tentang hubungan kegiatan Pramuka dengan risiko. Tentang bagaimana mengubah risiko yang tadinya merupakan hambatan dalam berkegiatan menjadi ajang untuk belajar. Read the rest of this entry »





Coban Kembar

10 07 2008
Coban Kembar

Coban Kembar

Sekitar 3 km arah barat (menuju Pacet) dari pintu masuk Pemandian Air Panas Cangar terdapat sebuah air terjun yang sangat indah. Namanya Coban Kembar. Jika mata tidak awas, bisa dipastikan bahwa objek wisata ini akan terlewati oleh para pemakai jalan. Selain papan petunjuk yang seadanya dan kurang jelas, objek wisata ini terletak di sebelah jalan yang menurun cukup tajam. Sehingga para pengendara cenderung berkonsentrasi untuk mengendalikan kendaraan daripada mengawasi pemandangan di kiri dan kanan jalan. Sebelum sampai di pintu masuk Coban Kembar, kita akan disuguhi 2 jembatan baja yang membentang di atas 2 lembah sungai lengkap dengan pemandangan khas film2 barat he..he..Tapi sumpah keren banget pemandangan dari atas jembatan tersebut. Sungai di bawah kedua jembatan itu merupakan aliran sungai yang akhirnya jatuh menjadi Coban Kembar.

Terletak dalam lokasi Tahura (Taman Hutan Raya) R.Soerjo, coban ini memiliki panorama alam yang masih Read the rest of this entry »





Heavy Weekend..2

4 07 2008

Besok berangkat ke Coban Rondo sampai tanggal 7 Juli. Ada acara Persamise (Perkemahan Sabtu Minggu Senin) SMP 2 Waru. Sepulang dari Coban Rondo langsung menuju Villa Cemara Pacet, untuk mengikuti Summer Camp temen2 InLacers. Summer Camp sampai tanggal 8 Juli. Selepas Summer Camp istirahat sejenak di Surabaya. Sekalian mempersiapkan Outbound-nya Dinas P&K Jatim tanggal 10 Juli. Kebetulan aku diminta ngisi untuk acara Pembekalan MOS SMP-SMA se-Jatim. Peserta kira2 152 orang. Wahh..bener2 gak kebayang aku bakal ikutan ngisi acara itu. Padahal tahun 2002 dulu, aku jadi pesertanya lho… :d . Waktu itu, aku berangkat dengan ketua Sie 5 OSIS yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan MOS. Sedangkan aku masih jadi Ketua OSIS he..he..

Yahh..Life must go on…Just Try the best..!!





Geopolimer lagi…

3 07 2008

Geopolimer dapat didefinisikan sebagai material yang dihasilkan dari geosintesis aluminosilikat polimerik dan alkali-silikat yang menghasilkan kerangka polimer SiO4 dan AlO4 yang terikat secara tetrahedral (Davidovits, 1994). Saat SiO2 dan Al2O3 terikat secara tetrahedral dengan berbagi atom oksigen, harus ada ion positif (Na+, K+, Ca++, Mg++, NH4+) dalam lubang kerangka untuk menyeimbangkan muatan negatif dari Al3+ dalam bentuk koordinasi IV. Secara umum, geopolimer memiliki bentuk dasar polisialate dengan rumus empirik sebagai berikut

Mn{-(SiO2)z-AlO2}n, wH2O

dimana M adalah kation seperti ion kalsium, natrium atau kalium dan n adalah derajat polikondensasi, z adalah 1, 2, 3. Polisialate memiliki fase amorf hingga semi kristalin. Berikut ini struktur 3 dimensi polisialate amorf hingga semikristalin

Struktur 3 dimensi Polysialate (Davidovits, 1994)

Read the rest of this entry »